Dalam agenda reses DPR RI di Kabupaten Pesawaran, Anggota DPR daerah pemilihan Lampung satu Al Muzzamil Yusuf sempat bermalam di kampung nelayan sekitar Pantai Mutun, Desa Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Kamis (19/3) hingga Jum’at (20/3).
Di kampung nelayan tersebut Al Muzzamil bersilaturahim dan bertatap muka secara khusus dengan keluarga Pak Syafei. Ayah dari tiga putra dan satu putri itu mengaku bahagia dan terharu atas kedatangan Al Muzzammil di rumah keluarganya yang berdinding geribik dan berlantai tanah. Nampaknya rumah Bapak Syafei-lah yang paling sederhana di antara rumah nelayan-nelayan lain.
Di rumah keluarga Pak Syafei, Al Muzzammil ikut makan malam bersama dengan menu yang sangat sederhana, nasi, ikan dan lalapan ala kadarnya. Selepas makan malam, Al Muzzammil di ajak melaut oleh keluarga Pak Syafei. Tanpa ragu, Al Muzzammil mengiyakan ajakan tersebut. Setelah salat Isya, mereka beranjak menuju pantai untuk melaut dengan perahu yang biasa dipakai keluarga Pak Syafei. Karena kondisi kesehatan Pak Syafei yang sedang tidak memungkinkan, malam itu ketiga putranya harus melaut tanpa ditemani Sang Ayah.
Melaut telah menjadi rutinitas Pak Syafei dan ketiga putranya untuk menyambung hidup. Sebagian hasil tangkapan dijual dan sebagian lagi diolah menjadi lauk pauk untuk keluarga. Tujuan melaut malam itu kearah 2 kilometer dari dataran. Ditemani semilir angin, ketiga putra Pak Syafei beserta Al Muzzammil menuju tengah laut dimana Pak Syafei bersama ketiga putranya biasa mencari ikan.
Menurut penuturan salah satu putra Pak Syafei, jika ikan hasil melaut yang didapat lebih dari 5 kilogram, ikan tersebut akan mereka jual. Namun jika kurang dari itu, ikan hanya bisa digunakan sebagai lauk pauk untuk beberapa hari ke depan. “Kalau cuma dapat sedikit, ya di jemur aja untuk makan sehari-hari,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi, jangkar segera diturunkan. Setelah jangkar tandas di dasar laut, dibantu Al Muzzammil dua putra Pak Syafei yang lain, Medi dan Umar menurunkan 4 jala apung, masing-masing sepanjang 10 meter dan lebar sekitar 1 meter. Sambil menunggu ikan tersangkut jala, ketiga putra Pak Syafei bercerita tentang cita-cita dan harapan mereka di hadapan Sekretaris Fraksi PKS MPR itu.
Dua jam diatas kapal, Medi, si sulung menyampaikan cita-citanya untuk memberangkatkan keduaorangtuanya ke Tanah Suci dan segera menikah dengan uang tabungan hasil melaut yang Ia titipakan pada orang kepercayaannya. Kepada pemerintah Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan kondisi keluarga nelayan yang sebagian besar hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit. “BBM yang murah, sembako yang murah serta bantuan alat bagi nelayan sangat dibutuhkannya” kata Medi yang di amini kedua adiknya.
Medi juga mengungkapkan harapannya untuk beralih ke pekerjaan yang lebih baik, sehingga penghasilannya bertambah dan kondisi ekomoni keluarga bisa jauh lebih baik. “Iyalah pak, kami ingin pindah pekerjaan yang makin baik, tapi bagaimana lagi, sekolah juga cuma sampai SD” ujar Medi penuh harap.
Selepas mendengar curhat ketiga putra Pak Syafei, Al Muzzammil berpesan untuk terus bekerja keras, memperbaiki keadaan dan berdoa kepada Sang Maha Pemberi. Sebagai wakil rakyat, Muzzammil juga berjanji untuk menyampaikan harapan-harapan mereka kepada Pemerintah terutama Menteri Perikanan dan Kelautan. “Ya, saya upayakan untuk menyampaikannya pada pemerintah,” kata Al Muzammil.
Setelah di rasa cukup berada di tengah laut, saatnya Medi dan kedua adiknya serta dibantu Al Muzzammil mengangkat jala. Malam itu, hasil tangkapannya hanya delapan ekor ikan. meski tak cukup di jual, namun sudah cukup untuk menyambung hidup, setidaknya untuk lauk-pauk esok hari.()



